Popular Posts
-
Dalam sebuah hadits qudsi, rosul bersabda. " Demi Kemuliaan-Ku, Keagungan-Ku, Kebesaran -Ku, Keperkasaan -Ku, Nur -Ku, Ke...
-
AYAT 12 SURAT YASIN TERKAIT IMAM ALI AS Ada riwayat yang menjelaskan bahwa ketika turun ayat 12 dari Surah Yasin (wa kulla syai'in ahsha...
-
Berawal dari pesan guru saya yg memotivasi diri ini utk belajar dan rajin mencatat dalam tiap kajian. Beliau berpesan, " ...
Blogger templates
Blogroll
About
Blog Archive
Lencana Facebook
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Sabtu, 07 Agustus 2021
AYAT 12 SURAT YASIN TERKAIT IMAM ALI AS
Ada riwayat yang menjelaskan bahwa ketika turun ayat 12 dari Surah Yasin (wa kulla syai'in ahshainahu fi imamin mubin: dan segala sesuatu telah kami himpunkan pada imam yang nyata),
Abubakar dan Umar bertanya, "Ya Rasulullah! Apakah yang dimaksud adalah kitab Taurat?"
Jawab Rasul saww, "Tidak!"
Mereka berdua bertanya lagi, "Apakah yang dimaksud adalah kitab Injil?"
Jawab Rasul saww, "Tidak!"
Mereka berdua bertanya lagi, "Apakah yang dimaksud adalah al-Quran?"
Jawab Rasul saww, "Tidak!"
Lalu muncul Sayyidina Ali bin Abi Thalib as.
Rasulullah saw bersabda,
"Inilah dia yang dimaksud! Sesungguhnya dialah imam yang Allah tabaraka wa ta'ala menghimpun padanya ilmu segala sesuatu."
(Ma'anil Akhbar, halaman 195; Al-Burhan fi Tafsiril Qur'an, j. 6 h. 386-387)
Imam Ja'far Shadiq as mengatakan bahwa ayat 12 Surah Yasin tersebut turun berkenaan dengan Amirul Mukminin Ali as.
(Ta'wilul Aayaat, j. 2 h. 487 hadis 2; Al-Burhan fi Tafsiril Qur'an, j. 6 h. 387)
Ammar bin Yasir meriwayatkan bahwa ia bersama Imam Ali dalam suatu ekspedisi peperangan melewati suatu lembah yang penuh dengan semut.
Ammar: Ya Amirul Mukminin! Adakah menurutmu salah seorang dari makhluk Allah yang mengetahui berapa jumlah semut ini?
Imam Ali: Ya Ammar! Aku tahu siapa orang yang mengetahui berapa banyak jumlah semut ini, berapa jantannya dan berapa betinanya.
Ammar: Siapakah orang itu wahai mawlaku?
Imam Ali: Ya Ammar! Apakah engkau tidak membaca ayat dalam Surah Yasin (wa kulla syai'in ahshainahu fi imamin mubin)?
Ammar: Tentu aku membacanya wahai mawlaku!
Imam Ali menjawab,, Akulah Imam Mubin itu!
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ ( وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ)
Label:
cuplikan kitab.
|
0
komentar
Kamis, 05 Agustus 2021
Berawal dari pesan guru saya yg memotivasi diri ini utk belajar dan rajin mencatat dalam tiap kajian.
Beliau berpesan,
"Ikatlah pahaman & yg kau ingat dg tulisan, agar kamu tdk rugi, setidaknya klo kamu lupa sesuatu petunjuk, kamu memiliki catatannya.
Dan beliau melanjutkan,
"Catatan dari belajar yg kau tulis mungkin tdk banyak memberi manfaat besar buatmu karena kekurang fahamanmu ,tetapi catatanmu itu mungkin nanti ditemukan generasi setelahmu, yg akan memahami dan mendalaminya, sehingga memberi manfaat besar baik bagi dirinya maupun orang lain."
Keinginan mencatat dalam sebuah blog membuat motivasi tersendiri buat saya.
Terimakasih utk semua saudara rohani serta kawan kawan.
Semoga ini bermanfaat.
Dan mohon komentarnya, karena akan memberi semangat pada kami utk perbaikan dalam hal mencatat dan menulis sesuatu yg penting.
#semangatbelajar
#semangatmencatat.
Label:
semangat mencatat,
Semangatat belajar
|
3
komentar
Selasa, 03 Agustus 2021
Dalam sebuah hadits qudsi, rosul bersabda.
" Demi Kemuliaan-Ku, Keagungan-Ku, Kebesaran -Ku, Keperkasaan -Ku, Nur -Ku, Ketinggian kedudukan Ku. Tiada seorang hamba yg mengutamakan keinginan dirinya di atas Keinginan -Ku melainkan Kucerai-berai urusannya. Ku-kabur kan dunianya dan Ku-sibukkan dia dgn urusan duniawi serta Ku-berikan dunia kepadanya seperti yg telah Ku-takdirkan untuknya ( tidak lebih)."
Dalam hal ini pada diri manusia akan dI munculkan dua kepribadian manusia yg akan muncul.
Pribadi monoteisme dan politeisme ,yg menghadirkan pribadi yg harmonis dan pribadi yg kacau.
Kepribadian ini akan mempengaruhi kehidupan sehari hari.
1. Pribadi monoteis , berada dalam satu kekuasaan atau penguasa. Ia berada dalam kehendak, hukum dan perintah Tuhan. Ia dalam kendali kekuasaan dan tujuan ilahi. Dan ini berdampak pada keharmonisan dan integritas nya.
PerintahNya menguasai dalam keadaan senang maupun susah.
Taat pada Allah, Rasul dan para Imam.
Sami na waathona.
Dia adalah Pelaku tauhid praktis.
2. Pribadi polliteistik, pribadi yg gelisah yg banyak dikuasai para penguasa.
Berdampak akan terombang ambing oleh keadaan.
Pelaku syirik.
Ia akan di keluarkan dari garis haluan hukum Allah.
Jiwanya akan tercabik cabik oleh hawa nafsu nya dari arah dalam,sedangkan dari luar dirinya oleh para thoghut.
Langganan:
Komentar (Atom)
